Cukup Satu Kejadian

Gambar Wicak

Apa anda sering lupa nama teman? Entah itu teman sekelas, sepermainan, atau teman berbagai acara di masa lalu.

Kalau iya, anda gak perlu merasa sendiri, sebab saya pun adalah orang yang dikaruniai hal semacam itu.

Orang yang ditakdirkan tak bisa mengingat banyak nama, tapi ingat dengan wajah dan pengalamannya.

Bahkan, saya punya banyak pengalaman yang cukup memalukan tentang hal ini. Salah satunya, sewaktu jalan kaki dari kampus, mau pulang ke kos.

Saya bertemu dengan salah satu teman dari kelompok kegiatan kampus. Ia seorang perempuan, sedang membeli jajanan di tepi jalan.

Lantas, saya dan dia kemudian saling sapa dan bertanya banyak hal. Hanya saja, saya lupa siapa namanya.

Agak mengerikan si, waktu saya menulis jurnal ini, saya juga lupa siapa namanya. Buat mengingat namanya, saya perlu buka WA dan ngecek kontak di ponsel saya.

Ternyata, persoalan mengingat nama bukan terjadi pada diri saya atau pembaca yang mempunyai persoalan sama seperti ini.

---

Saya ingat salah satu karakter di film Negeri Van Oranje (2015). Karakter Wicak yang diperankan Abimana Aryasatya ini punya masalah untuk mengingat nama.

Karakter Wicak ini, berkuliah di Wageningen, seorang aktivis lingkungan, dan pendiam. Hanya saja, sewaktu karakter Lintang (Tatjana Saphira) hendak mengenal lebih dekat Wicak.

Lintang cukup keheranan, saat sifat Wicak yang pendiam, tetapi ada banyak orang yang mengenal Wicak.

Wicak pun bercerita tentang orang-orang yang mengenalnya. Seperti bapak yang jualan lumpia adalah orang yang pernah ngasih pinjem korek waktu Wicak ngerokok di depan tempat si bapak.

Lalu, ada seorang ibu yang pernah ngasih kue gratis ke Wicak. Bahkan, Wicak ingat si mbak yang jaga toko, ialah orang yang pernah ngingetin kalau uang Wicak jatuh di tempat itu.

Jadi, Wicak gak pernah lupa, apa yang orang pernah lakukan untuknya. Itu cara Wicak menghafal orang dan hargain mereka.

"Gue cukup inget mereka dengan satu kejadian saja.”

- Wicak

Bagaimanapun, dulu saya cukup cemas dengan masalah ini. Hanya saja, sejak menonton film dengan karakter Wicak ini. Saya merasa bukan satu-satunya orang punya masalah mengingat nama.

Bahkan, saya baru tahu nama lengkap saya Abdul Hakim sewaktu kelas satu SD. Saya hanya tahu nama saya Endung, sebab nenek dan kakek saya memanggil nama itu.

Sewaktu, bu guru kelas satu bertanya siapa nama lengkap saya. Saya hanya diam dan ibu dari teman sekelas saya membantu menjawab, "Namanya, Abdul Hakim".

Sebab, pada hari pertama saya sekolah, saya tidak diantar siapapun keluarga saya, tidak sebagaimana teman lain dengan ayah atau ibunya.

Namun, bila tiba-tiba saya bertemu dengan teman dan benar-benar saya lupa namanya. Saya biasanya selalu pakai cara yang sama.

Biasanya, saya berbasa-basi dengannya lebih dulu, bertanya kabar, dsb. Lalu, ujung tombaknya, saya suka pakai cara dengan pertanyaan, “Eh, boleh minta nomor WA sama IG?”.

Lalu, saya kasih handphone saya, agar dia menuliskan nomor dan nama lengkapnya.

Begitupun, sejak beberapa tahun lalu, saya selalu menjaga agar penyimpanan kontak ponsel saya tidak hilang. Kontak dengan label masing-masing.

Misal: Saya punya teman SD namanya Meylani. Saya menuliskan nama kontak SD Meylani. Atau bila saya pernah berkenalan dengan orang Bali dan memiliki kenangan yang cukup bagus. Saya kasih nama Bali + Namanya.

Beberapa teman saya terkadang jengkel. Kenapa saya tidak bisa mengingat nama teman-teman sendiri.

Biasanya, saya kasih tahu mereka, bahwa saya tidak bisa mengingat nama seseorang bila sudah lebih dari dua bulan tak bertatap-muka langsung atau tak memiliki nama kontaknya.

Bahkan, masalah ‘Lupa Nama’ terkadang membuat saya sadar. Bahwa ada teman yang memang punya quality time yang bagus. Sehingga, selalu ada kabar yang saling ditanyakan, dan tak menghilang dengan tanpa percakapan selama dua bulan lebih.

Begitupun, saya sesekali menyempatkan untuk menulis WA / IG Stories. Hanya untuk tahu, siapa yang menyimpan kontak saya dan saya belajar untuk tak melupakan namanya.

Sekalipun ini cukup sulit bagi saya. Sehingga, akhir-akhir ini, saya sering membuka percakapan lewat personal message agar namanya tak hilang dari ingatan saya.

Begitupun, bila saya benar-benar ingin mengingat nama seseorang, saya suka membuka kesempatan untuk bepergian bersama.

Sebab, cara bertatap muka langsung (ngopi atau lainnya) dan bepergian bersama ke manapun tempatnya, adalah cara paling istimewa untuk mengingat kenangan bersama teman.

Boleh saya katakan, bahwa menyempatkan bertemu teman ialah hal yang perlu, sebab kenangan perlu dirawat.

Bila pun jarak memang selalu hadir, bisa akibat pekerjaan atau kesibukan lainnya. Toh, teknologi sudah hadir di masa kini. Bahkan, setiap harinya, selalu hadir yang lebih canggih untuk membuat kita saling merasa dekat.

Tak perlu sungkan untuk mengawali pertanyaan kabar. Tak perlu ragu untuk membahas kenangan masa lalu yang lucu dan memalukan dengan teman.

Bila ada teman yang membaca jurnal ini. Mari kita saling mengenal lagi dengan memanfaatkan teknologi saat ini.

Sekalipun saya sulit mengingat banyak nama. Saya bisa memastikan, bahwa saya akan ingat dengan momen bagaimana kita pernah bertemu.

Sebagaimana kata Wicak, "Cukup satu kejadian". Sebagai cara seseorang yang sulit mengingat nama, tapi mengingat orang dan menghargi mereka.



Abdul Hakim
Abdul Hakim Seorang pembelajar politik lingkungan yang juga menyukai fiksi, puisi, dan kopi.

5 komentar untuk "Cukup Satu Kejadian"

  1. Saya juga gitu, sulit mengingat nama. Kalo udah lama gak bersapa jadi lupa. Tapi, saya tipe orang pengingat wajah. Saya akan ingat wajahnya namun sering lupa namanya haha

    BalasHapus
  2. keren! keknya harus download filmnya nih, hehe..
    Kalo saya sih ingat banyak nama teman dari SD sam kuliah bahkan, tapi ada beberapa juga yang saya lupa, cuma inget momen lucu atau semacamnya aja, hehe..

    BalasHapus
  3. Bisa juga pura-pura ngenalin dia ke temen lain, tapi ini berlaku ketika ada orang lain buat dikenalin sih.

    Tapi di beberapa kasus, saya kadang bilang aja kalau saya lupa sambil bercanda.

    So far sih belum pernah digebukin gegara lupa nama. Jadi aman lah hehehe.

    BalasHapus

Posting Komentar