Cerita Bulan Agustus 2020



Lama jemari tak mengetik, kaku terasa. Kopi pun hampir habis di atas meja.

Lagu di tempat ngopi ini pun mengiringi malam ini. Mulai dari 'Tak Selalu' karya Souljah dan 'Ingin Hilang Ingatan' karya Rocket Rockers.

Memang, "Tak selalu yang berkilau itu indah. T'lah terbukti di dirimu, pergi dan sakitiku". Maka, "Terlintas keinginan tuk dapat. Hilang ingatan agar semua terlupakan".

Semarang, 2 Agustus 2020



Pesanlah puisi sesukamu, sebab banyak bahan rindu yang hendak kuracik dan kuhidangkan untukmu.

Semarang, 2 Agustus 2020




Otentik karya seni kayu Jepara itu mengantarkan takdirnya menemuiku.

Senyumnya menjajah segala isi kepalaku. Dengan segala keotentikan, tak dibuat-buat, dan menyebar melalui darah ke seluruh tubuhku.

Ketika itu, bila kududuk dan menunggu kopiku, kuharap ialah yang datang sendiri dan menyajikannya di mejaku. Kala itu pun, aku menuliskannya berlembar-lembar, tanpa kusadari ia menerima caraku untuk berkenalan dengannya sepanjang waktu.

Semarang, 2 Agustus 2020



Kota meredup ketika cahaya hendak meninggi. Tiba-tiba, puisi terbit di kepalaku, ketika wajahmu mengantarkan senyuman ke arah tubuhku.

Pagi ini, para ibu berjalan ke arah pasar.  Sedangkan namamu, khidmat berjalan ke arah puncak perasaanku.

Di lain seberang, seorang ibu menggendong bayinya. Di tepat tubuhku, seorang lelaki sedang memikul beban berat sebuah rindu atas namamu.

Semarang, 2 Agustus 2020


Abdul Hakim
Abdul Hakim Seorang pembelajar politik lingkungan yang juga menyukai fiksi, puisi, dan kopi.

Tidak ada komentar untuk "Cerita Bulan Agustus 2020"